Analisa Resiko

Analisa Resiko adalah proses menjawab pertanyaan – pertanyaan, yang bertujuan untuk menilai tingkat kemungkinan kejadian dan dampak dari munculnya kejadian tersebut. Pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah :

  • Siapakah yang terpapar bahaya kimia ? (Termasuk yang dipertimbangkan disini adalah dampak paparan kepada peralatan dan instalasi, misalnya korosi).
  • Berapa orang yang akan terpapar ?
  • Berapakah frekuensi pemajanan ?
  • Darimana sumber, penyebab terjadinya paparan ? (Sumber dan penyebab dari kegagalan peralatan dan instalasi harus dipertimbangan, termasuk kegagalan sistem utilitas (pendingin, pemanas))
  • Bagaimana mekanisme/scenario terjadinya paparan
  • Identifikasi apa dan bagaimana upaya atau tindakan untuk mencegah terjadinya paparan
  • Bagaimana efektifitas tindakan pencegahannya

Setiap perusahaan mungkin akan memiliki jawaban yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing. Semakin detail jawaban maka analisa resiko akan semakin baik. Pertanyaan diatas juga dapat ditambah sesuai kebutuhan di tempat kerja sehingga resiko semakin dapat dikendalikan.

PT. Gochem Globalindo berkomitmen untuk mencapai zero accident dengan analisa resiko yang tepat dan terukur, jadi jangan ragu-ragu untuk menghubungi kami.

Metode Identifikasi Potensi bahaya

Ada 3 jenis indentifikasi potensi bahaya dari bahan kimia berbahaya, yaitu :

  1. Bahaya Toksik
  2. Bahaya kebakaran atau ledakan
  3. Bahaya lainnya

Bahaya Toksik

  • Membagi lokasi penyimpanan menjadi unit area yg lebih kecil
  • Identifikasi Bahan Kimia Berbahaya (BKB) yang disimpan dan diproduksi di area tersebut
  • Identifikasi potensi bahaya dalam LDK
  • Identifikasi kegiatan rutin atau non rutin
  • Identifikasi kondisi dan perilaku tidak aman
  • Catat waktu paparan BKB terhadap pekerja
  • Cocokkan perilaku penanganan, kondisi, cara kerja terhadap BKB, dengan LDK
  • Identifikasi cara pengendalian dan pencegahan terpapar termasuk penggunaan APD

Bahaya Kebakaran atau Ledakan

  • Membagi lokasi menjadi unit area yg lebih kecil
  • Identifikasi BKB yang disimpan dan diproduksi di area tersebut
  • Identifikasi potensi bahaya dalam LDK no 2
  • Identifikasi kegiatan rutin atau non rutin
  • Identifikasi kondisi dan perilaku tidak aman
  • Identifikasi sumber kebakaran ( sumber api : flame, percikan, panas )

Bahaya Lainnya

  • Korosi
  • Alergi
  • Gas bertekanan
  • Asfiksasi karena kekurangan oksigen

Semoga tulisan ini dapat menjadi acuan dalam menentukan metode dalam identifikasi bahaya, sehingga keamanan dan kenyamanan dalam bekerja senantiasa terjaga dengan baik.

PT. Gochem Globalindo senantiasa berkomitmen dalam menerapkan keamanan dalam bekerja sehingga kami selalu siap melayani segala kebutuhan bahan kimia bagi usaha Anda.

Label Bahan Kimia sesuai GHS

Setelah kita membahas LDK sebagai cara komunikasi bahan kimia, maka cara berikutnya adalah dengan pembuatan label bahan kimia.

Label adalah perangkat dasar yg memberi informasi kepada pengguna tentang klasifikasi dan terutama langkah-langkah pengamanan.

Informasi ini harus diberikan jika bahan kimia mengandung sekurang-kurangnya satu senyawa yg tergolong berbahaya bagi manusia dan/ atau lingkungan.

Pembuatan label ini dibuat oleh produsen bahan kimia dan sesuai standar GHS terdiri dari 6 elemen yaitu :

  1. Identitas produk/ bahan kimia
  2. Identitas pemasok
  3. Piktogram bahaya
  4. Kata sinyal (signal word)
  5. Pernyataan bahaya (hazard statement)
  6. Pernyataan kehati-hatian (precautionary Statement)

Target pengguna dari label ini adalah untuk :

  • Industri
  • Konsumen
  • Petugas Tanggap Darurat
  • Transportasi

Contoh label sesuai GHS adalah :

Lembar Data Keselamatan (LDK)

LDK sesuai GHS ini dibuat oleh pihak yang memproduksi bahan kimia dan wajib terdiri dari 16 item seperti berikut :

  1. Identitas Bahan dan Perusahaan
  2. Komposisi Bahan
  3. Identifikasi Bahaya
  4. Tindakan P3K
  5. Tindakan Penanggulangan Kebakaran
  6. Tindakan Mengatasi Kebocoran & Tumpahan
  7. Penyimpanan & Penanganan Bahan
  8. Pengendalian Pemajanan & APD
  9. Sifat Fisika dan Kimia
  10. Stabilitas dan Reaktifitas Bahan
  11. Informasi Toksikologi
  12. Informasi Ekologi
  13. Pembuangan Limbah
  14. Pengangkutan Bahan
  15. Informasi Peraturan dan Perundangan yang berlaku
  16. Informasi Lain yang Diperlukan

LDK ini harus ditempatkan di tempat yang mudah diketahui oleh :

  • Tenaga Kerja
  • Pegawai Pengawas

Komunikasi Bahaya Bidang Kimia

Setelah kita mengetahui bahwa ada 3 klasifikasi bahaya bahan kimia yaitu bahaya fisik, bahaya kesehatan, dan bahaya lingkungan, maka sekarang kita akan mempelajari bagaimana mengkomunikasikan bahaya dari bahan kimia ini.

Ada 2 cara dalam mengkomunikasikan bahaya bahan kimia, yaitu :

  1. Lembar Data Keselamatan (LDK) sesuai GHS (terdapat 16 item)
  2. Label yang ditempel ke bahan kimia sesuai GHS (terdapat 6 elemen)

Klasifikasi Bahaya Kesehatan Bahan Kimia

Piktogram dari bahaya fisik adalah sebagai berikut :

  • Toksisitas Akut
  • Korosi/Iritasi kulit
  • Kerusakan Serius pada Mata/Iritasi Mata
  • Sensitisasi Pernafasan atau Kulit
  • Mutagenisitas Sel Induk
  • Karsinogenisitas
  • Toksisitas terhadap Reproduksi
  • Toksisitas terhadap Organ Sasaran Paparan Tunggal
  • Toksisitas terhadap Organ Sasaran Paparan Berulang
  • Bahaya Aspirasi

Jadi bahaya kesehatan ini dapat menimpa semua orang yang berada di kawasan industri atau gudang bahan kimia.

PT. Gochem Globalindo berkomitmen untuk memberikan perlindungan terbaik untuk para karyawan dan customer dengan senantiasa memperhatikan segala resiko dalam pengelolaan bahan kimia.

Klasifikasi Bahaya Fisik Bahan Kimia

Piktogram dari bahasa fisik adalah sebagai berikut :

Bahaya fisik disini adalah bahaya fisika, yaitu terdiri dari :

  • Explosives
  • Flammable gases
  • Flammable aerosols
  • Oxidizing gases
  • Gasses under pressure
  • Flammable liquids
  • Flammable solids
  • Self-reactive substances
  • Pyrophoric liquids
  • Pyrophoric solids
  • Self-heating substances
  • Substances, in contact with water, emit flammable gases
  • Oxidizing liquids
  • Oxidizing solids
  • Organic peroxides
  • Corrosive to metals
  • Desensitized flammable

Jadi bahaya fisik ini adalah bahan kimia yang beresiko mudah terbakar, meledak, korosif, oksidasi, dll.

PT. Gochem Globalindo berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik untuk para customer dengan senantiasa memperhatikan segala resiko dalam pengelolaan bahan kimia.

Pengertian Dalam Bidang Kimia

Bahan Kimia adalah unsur kimia dan senyawanya pada keadaan alami atau yg diperoleh dari proses produksi, termasuk bahan tambahan yg diperlukan untuk menjaga kestabilan produk dan juga tiap ketidakmurnian/impurities yg dihasilkan dari proses yang digunakan, namun tidak mencakup pelarut yyang bisa dipisahkan tanpa mempenharuhi kestabilan atau mengubah komposisi bahan kimia tersebut.

Campuran Bahan Kimia adalah suatu campuran atau larutan yang terdiri dari dua atau lebih unsur kimia yang tidak saling bereaksi.

Bahaya adalah situasi atau potensi di tempat kerja yang mempengaruhi keselamatan dan kesehatan pekerja atau orang disekitar atau lingkungan.

Resiko adalah kemungkinan kejadian yang tidak diharapkan yang berdampak pada keselamatan dan kesehatan pekerja, alat produksi, orang disekitar tempat kerja atau lingkungkan.

PT. Gochem Globalindo siap menjadi partner Anda sebagai pemasok bahan kimia berstandar Internasional.

GLOBALLY HARMONIZED SYSTEM OF CLASSIFICATION AND LABELLING OF CHEMICALS

Bahan kimia ada di sekeliling kita, bahan kimia jika digunakan dengan tepat akan menjadi berguna bagi manusia, namun jika salah dalam penggunaan tentu saja akan jadi bencana bagi manusia.

Untuk itulah diciptakan standar dunia yaitu Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS) dalam pengelolaan bahan kimia, sehingga setiap negara memiliki standar dalam mengelola, memberikan label, dan peringatan terhadap produk bahan kimia.

Sistem Harmonisasi Global tentang Klasifikasi dan Pelabelan Bahan Kimia (Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals ) yang selanjutnya disingkat GHS adalah sistem global dari PBB untuk standarisasi klasifikasi Bahaya Bahan Kimia serta mengkomunikasikan informasi tersebut pada label dan Lembar Data Keselamatan /LDK ( Safety Data Sheet/SDS).

Ruang lingkup GHS adalah semua bahan kimia kecuali obat, kosmetik, pangan & bahan tambahan pangan, residu pestisida, dan bahan kimia radiasi.

Dengan adanya GHS ini maka semua negara memiliki penamaan dan informasi yang sama, perhatikan contoh berikut :

Sebelum ada GHS, setiap negara memiliki piktogram yang berbeda-beda untuk memberikan informasi terhadap suatu bahan kimia yang mudah terbakar / flammable. Hal ini tentu dapat membingungkan jika ada perdagangan bahan kimia antar negara.

Dengan adanya GHS maka ada standarisasi piktogram seperti berikut :

Jadi dengan adanya GHS membuat perdagangan bahan kimia antar negara menjadi lebih lancar dan pengelolaan resiko menjadi lebih baik karena ada standarisasi.

PT. Gochem Globalindo sebagai perusahaan supplier bahan kimia seperti Formaldehyde, Zinc Dust, Diammonium Phosphate, dll yang terpercaya juga telah menerapkan standar Internasional dalam mengelola bahan kimia.