Penanganan Tumpahan dan Kebocoran

Dalam industri yang berhubungan dengan bahan kimia terutama bahan kimia cair, maka resiko yang bisa terjadi adalah terjadinya tumpahan atau kebocoran.

Penyebab umum terjadinya kecelakaan karena tumpahan/kebocoran adalah :

  • Prosedur kerja yang sudah tidak sesuai
  • Peralatan tidak memadai
  • Petugas pelaksana kerja kurang tanggap/peduli.

Bahaya yang mungkin terjadi :

  • Bahaya kebakaran
  • Bahaya reaktivitas (dengan air, benturan)
  • Bahaya ledakan
  • Reaksi kimia (bahan bahan inkompatibel)

Hal yang harus diperhatikan sebagai acuan dalam penanggulangan tumpahan dan Kebocoran :

  1. Wujud Bahan Kimia
    • Bahan kimia padatan (tumpahan dan bocoran tidak meluas)
    • Bahan kimia cair (tumpahan dan bocoran dapat meluas/mengalir)
    • Bahan kimia gas (Bocoran meluas)
  2. Sifat bahaya
    • Bahaya tumpahan/bocoran ringan (Pada umumnya bahan kimia yang mempunyai sifat bahaya terhadap kesehatan)
    • Bahaya tumpahan sedang (iritatif,korosif)
    • Bahaya tumpahan berat (gas bersifat toksik, mudah terbakar, meledak cairan mudah menyala, piroporik, memanas sendiri, reaktif padatan piroporik)
  3. Sebab terjadinya tumpahan
    • Terlalu penuh
    • Kurang berhati-hati
    • Tidak tertutup dengan benar
    • Mutu kemasan kurang baik
    • Kecelakaan murni
  4. Sebab terjadinya bocoran
    • Mutu kemasan kurang baik
    • Kemasan tidak sesuai

LEMBAR DATA KESELAMATAN/ SAFETY DATA SHEETS No. 6 Tindakan Penanganan Tumpahan harus memperhatikan :

  1. Tindakan kehati-hatian terhadap diri sendiri, peralatan perlindungan diri dan adanya prosedur keadaan darurat
    • Jangan kontak langsung dengan tumpahan /bocoran
    • Tempat terkena tumpahan atau bocoran segera diisolasi
    • Perhatikan precautionary statement/pernyataan kehati-hatian,misal : Jangan dipakai kembali pakaian yang tercemar sebelum dicuci
  2. Tindakan kehati-hatian mencegah pencemaran terhadap lingkungan
    • Usahakan cairan/ padatan jangan sampai masuk kedalam aliran perairan/pembuangan
    • Jangan dibuang ke tempat yang berhubungan dengan saluran perairan keluar
    • Wadah yang bocor jangan dibuang sembarangan
  3. Metode dan bahan untuk penampungan dan pembersihan tumpahan/netralisasi
    • Metode harus sesuai
    • Bahan penampung harus netral/Tidak bereaksi
    • Melarang orang lalu lalang/tempat yang diisolasi

Perhatian terhadap kemungkinan kebakaran
Untuk mengantisipasi kebocoran dan tumpahan dari bahan yang mudah terbakar,perlu diperhatikan penanganan bahan kimia yang bersifat :

  • Bahan mudah menyala
  • Bahan kimia self heating
  • Bahan kimia self-reaktif
  • Bahan kimia yang dengan air mengeluarkan gas mudah menyala
  • Bahan kimia piroporik

Pencegahan kebakaran dan ledakan
Pengelolaan yang benar pada pencegahan kebakaran :

  • Penyimpanan
  • Produksi
  • Pengolahan
  • Meniadakan sumber terjadinya kebakaran
  • Pencegahan pencampuran bahan yang dapat meledak
  • Menghilangkan sumber nyala

Penanggulangan kebakaran
Usaha untuk memadamkan kebakaran:

  • Mulai dari kebakaran sebelum membesar
  • Merusak keseimbangan antara bahan, oksigen dan panas.
  • Gunakan media pemadam yang cocok: air, busa atau serbuk kering

Cara pemadaman kebakaran

  • Starvation, pengambilan/pembatasan barang yang terbakar
  • Smoothering, merusak keseimbangan oksigen dengan mengurangi / menambah busa,awan tepung kering (sodium bikarbonat ),TEC (Ternary Eutectic Chloride), gas (CO2,Chloro Brometana (CBM)
  • Menghembuskan udara normal yang kuat/besar
  • Cooling dengan semprotan air
  • Memutuskan rantai reaksi Sodium Bikarbonat, Ammonium fosfat

PT. Gochem Globalindo konsisten menjual aneka bahan kimia untuk industri Anda seperti Diamonium Fosfat, Bleaching Earth, Mono Ethylene Glycol (MEG), dll